Kebangkitan dunia Arab
الثّورات العربيّة
ath-Thawrāt al-‘Arabiyyah
Maklumat am
Tarikh18 Disember 2010 (2010-12-18) – sekarang
(&&&&&&&&&&&&&&09.&&&&&09 tahun, &&&&&&&&&&&&&070.&&&&&070 hari)
LokasiDunia Arab (lihat daftar negara)
Punca
Kaedah
StatusSedang berlangsung (setakat 7 Julai 2011 (2011-07-07))

  • Presiden Tunisia Ben Ali dan kerajaanannya digulingkan.
  • Presiden Mesir Hosni Mubarak dan kerajaanannya digulingkan.
  • Situasi tidak jelas di Yaman setelah Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh berangkat ke Arab Saudi untuk perawatan kesehatan dan memberikan kekuasaan kepada Wakil Presiden.
  • Pemimpin Libya Muammar Gaddafi tewas setelah sebuah perang saudara dan intervensi militer. Kerajaanannya digulingkan
  • Pemberontakan sipil terhadap kerajaan Syria dan Bahrain, meski kerajaannya berubah.
  • Jordan, Kuwait, Lebanon dan Oman mengubah kerajaannya sebagai tanggapan terhadap protes.
  • Maghribi menerapkan reformasi konstitusi sebagai tanggapan terhadap protes.
  • Bantahan berlanjut di Aljazair, Iraq, dan negara lain.
Korban
Maut30,634–37,228+ (Perkiraan internasional; lihat label di bawah)
sunting
Lihat pendokumenan templat ini

Kebangkitan dunia Arab atau Musim Bunga Arab (Bahasa Inggeris: The Arab Spring; Bahasa Arab: الثورات العربية‎, secara harafiah Pemberontakan Arab) adalah gelombang revolusi tunjuk rasa dan protes yang terjadi di dunia Arab. Sejak 18 Disember 2010, telah terjadi revolusi di Tunisia[2] dan Mesir;[3] perang saudara di Libya;[4] pemberontakan sipil di Bahrain,[5] Syria,[6] and Yaman;[7] bantahan besar di Aljazair,[8] Iraq,[9] Jordan,[10] Maghribi,[11] dan Oman,[12] dan bantahan kecil di Kuwait,[13] Lebanon,[14] Mauritania,[15] Arab Saudi,[16] Sudan,[17] dan Sahara Barat.[18] Kerusuhan di perbatasan Israel bulan Mei 2011 juga terinspirasi oleh kebangkitan dunia Arab ini.[19] Bantahan ini menggunakan teknik pemberontakan sipil dalam kampanye yang melibatkan serangan, demonstrasi, pawai, dan pemanfaatan media sosial, seperti Facebook, Twitter, YouTube, dan Skype, untuk mengorganisir, berkomunikasi, dan meningkatkan kesadaran terhadap usaha-usaha penekanan dan penyensoran Internet oleh kerajaan.[20] Banyak tunjuk rasa ditanggapi keras oleh pihak berwajib,[21][22][23] serta militia dan penyokong kerajaan.[24][25][26] Slogan pengtunjuk rasa di dunia Arab yaitu Ash-sha`b yurid isqat an-nizam ("Rakyat ingin menumbangkan rezim ini").[27]

Pengenalan

Serangkaian bantahan dan demonstrasi di seluruh Timur Tengah dan Afrika Utara telah dikenali secara meluas dengan sebutan "The Arab Spring",[28][29][30][31][32][33] dan kadang "Musim Bunga dan Dingin Arab",[34] "Kebangkitan Arab"[35] atau "Pemberontakan Arab"[36] meski tidak semua pihak yang terlibat dalam bantahan merupakan bangsa Arab. Rangkaian ini berawal dari bantahan pertama yang terjadi di Tunisia tanggal 18 Desember 2010 setelah pembakaran diri Mohamed Bouazizi dalam bantahan atas rasuah polisi dan perawatan kesehatan.[37][38] Dengan kesuksesan bantahan di Tunisia, gelombang kerusuhan menjalar ke Algeria, Jordan, Mesir, dan Yaman,[39] kemudian ke negara-negara lain, dengan tunjuk rasa terbesar dan paling terorganisir terjadi pada "hari kemarahan", biasanya hari Jumat setelah salat Jumat.[40][41][42] Bantahan ini juga mendorong kerusuhan sejenis di luar kawasan Arab.

Setakat Julai 2011, tunjuk perasaan yang meletus ini telah mengakibatkan penggulingan dua kepala negara, iaitu Presiden Tunisia Zine El Abidine Ben Ali yang kabur ke Arab Saudi tanggal 14 Januari setelah bantahan revolusi Tunisia, dan di Mesir, Presiden Hosni Mubarak mengundurkan diri pada 11 Februari 2011, setelah 18 hari bantahan massal dan mengakhiri masa kepemimpinannya selama 30 tahun. Selama tempoh kerusuhan regional ini, beberapa pemimpin negara mengumumkan keinginannya untuk tidak mencalonkan diri lagi setelah masa jawatannya berakhir. Presiden Sudan Omar al-Bashir mengumumkan beliau tidak akan mencalonkan diri lagi pada 2015,[43] begitu pula Perdana Menteri Iraq Nouri al-Maliki, yang masa jabatannya berakhir tahun 2014,[44] meskipun tunjuk perasaan dalam kalangan rakyat semakin menjadi-jadi menuntut pengunduran dirinya sesegera mungkin.[45] Bantahan di Jordan juga mengakibatkan pengunduran diri kerajaan[46] sehingga mantan Perdana Menteri and Duta Besar Jordan untuk Israel Marouf al-Bakhit dilantik sebagai Perdana Menteri oleh Raja Abdullah dan ditugaskan membentuk pemerintah baru.[47] Pemimpin lain, Presiden Ali Abdullah Saleh dari Yaman, mengumumkan pada 23 April bahwa beliau akan mengundurkan diri dalam waktu 30 hari dengan imbalan kekebalan undang-undang,[48] namun perkara tersebut tidak diterima oposisi Yaman secara tidak formal pada 26 April;[49] Saleh kemudian mengingkari persetujuan ini dan lalu pemberontakan semakin berpanjangan di Yaman.[50] Pemimpin Libya Muammar al-Gaddafi menolak mengundurkan diri dan mengakibatkan perang saudara antara pihak loyalis dan pemberontak yang berpangkalan di Benghazi.[51]

Kesan bantahan ini secara geopolitik telah menarik perhatian dunia,[52] termasuk usulan agar sejumlah pengtunjuk rasa dicalonkan untuk menerima Hadiah Keamanan Nobel 2011.[53] Tawakel Karman dari Yaman merupakan salah satu penerima Hadiah Keamanan Nobel 2011 sebagai salah seorang pemimpin penting dalam siri revolusi ini.

Ringkasan bantahan menurut negara

Negara Tanggal dimulai Status protes Hasil Korban tewas Situasi
 Tunisia 18 Disember 2010 Revolusi tanggal 14 Januari 2011
Bantahan dihentikan sejak Mac 2011
 • Zine El Abidine Ben Ali digulingkan, Ben Ali eksil ke Arab Saudi[54]

 • Perdana Menteri Ghannouchi mengundurkan diri,
 • Pembubaran polisi politik[55]
 • Pembubaran RCD, bekas partai berkuasa di Tunisia dan pencairan semua asetnya[56]
 • Pembebasan tahanan politik
 • Pemilihan Majlis Konstituent tanggal 23 Oktober 2011[57]

223[58][59] Revolusi
 Algeria 28 Disember 2010 Dihentikan sejak April 2011  • Pengakhiran keadaan darurat selama 19 tahun[60][61] 8[62] Bantahan besar
 Lubnan 12 Januari 2011 Terbatas 0[63]

[64][65]

Bantahan dan perubahan pemerintah
 Jordan 14 Januari 2011 Sedang berlangsung  • Raja Abdullah II membubarkan Perdana Menteri Rifai dan kabinetnya.[66] 1 [67][68] Bantahan dan perubahan pemerintah
 Mauritania 17 Januari 2011 Dihentikan sejak Mei 2011 1[69] Protes
 Sudan 17 Januari 2011 Dihentikan sejak April 2011  • Presiden Bashir mengumumkan tidak akan mencalonkan diri lagi pada 2015.[70] 1[71] Protes
 Oman 17 Januari 2011 Berakhir Mei 2011  • Konsesi ekonomi oleh Sultan Qaboos;[72][73][74][75]

 • Pembubaran menteri;[76][77]
 • Pemberian kekusaan legislatif kepada legislator terpilih Oman[78]

2–6[79][80][81] Bantahan dan perubahan pemerintah
 Arab Saudi 21 Januari 2011 Dihentikan sejak Jun 2011  • Konsesi ekonomi oleh Raja Abdullah;[82][83]

 • Pemilihan perbandaran khusus lelaki tanggal 22 September 2011[84][85]

2[86][87] Protes
 Mesir 25 Januari 2011 Revolusi tanggal 11 Februari 2011
Tunjuk perasaan berlarutan
 • Hosni Mubarak digulingkan, Mubarak didakwa membunuh penunjuk perasaan.

 • Perdana Menteri Nazif dan Shafik mengundurkan diri;[88]
 • Pengambilalihan kekuasaan oleh Angkatan Tentera;[89]
 • Penangguhan Perlembagaan, pembubaran Parlimen;[90]

 • Pembubaran Badan Penyiasatan Keselamatan Negara;[91]
 • Pembubaran NDP, bekas partai berkuasa di Mesir dan pengalihan asetnya kepada negara[92]
 • Pengadilan Mubarak, keluarganya dan bekas menteri-menterinya.[93][94][95]

846[96] Revolusi
 Maghribi 30 Januari 2011 Sedang berlangsung  • Konsesi politik oleh Raja Mohammed VI;[97]

 • Referendum terhadap reformasi perlembagaan;
 • Perlindungan hak asasi manusia dan pengakhiran rasuah[98][99]

7[100][101][102][103] Bantahan dan perubahan pemerintah
 Yaman 3 Februari 2011 Sedang berlangsung  • Pengunduran diri Anggota Parlimen dari partai berkuasa[104]

 • Tanggal 4 Jun, Presiden Ali Abdullah Saleh terluka dalam serangan terhadap masjid di tempat perlindungannya di ibu kota Yaman, Sana'a, menyebabkan beliau dan 35 anggota keluarganya termasuk isterinya serta Perdana Menteri dan Speaker Parlimen Yaman bertolak ke Arab Saudi. Hingga 20 Ogos, Saleh belum kembali ke Yaman.[105]
 • Wakil Presiden Abd al-Rahman Mansur al-Hadi menjabat sebagai Presiden Pertahanan pada 4 Jun 2011.[106]

1,784-1,870[[107][108] Mengalami kerusuhan sipil dan perubahan pemerintah
 Iraq 10 Februari 2011 Sedang berlangsung  • Perdana Menteri Maliki mengumumkan bahwa beliau tidak akan mencalonkan diri untuk ketiga kalinya;[109]

 • Pengunduran diri gubernur provinsi dan penguatkuasa setempat[110]

28+[111] Bantahan besar
 Bahrain 14 Februari 2011 Sedang berlangsung, meski dihentikan sementara sejak Mac 2011  • Konsesi ekonomi oleh Raja Hamad;[112]

 • Pembebasan tahanan politik;[113]
 • Pembubaran menteri;[114]
 • Campur tangan GCC atas permintaan Kerajaan Bahrain

36[115] Mengalami kerusuhan sipil dan perubahan pemerintah
Libya Libya 17 Februari 2011  • Kerajaan digulingkan pada 23 August 2011
 • Perang berakhir 23 October 2011
 • Muammar Gaddafi digulingkan; Gaddafi terbunuh pada 20 Oktober

 • Pasukan oposisi menguasai semua kota-kota besar Libya.[116][117][118]

 • Pembentukan Dewan Peralihan Kebangsaan[119][120]

 • Campur tangan tentera oleh NATO, Jordan, Qatar, Sweden, dan Emiriah Arab Bersatu [121]

 • Perang saudara berakhir pada 23 October 2011.[122][123][124]

25,000[125]–30,000[126] Kerajaan digulingkan
 Kuwait 18 Februari 2011 Berakhir 31 Mac 2011  • Pengunduran diri kabinet [127] 0[128] Bantahan dan perubahan pemerintah
Sahara Barat 26 Februari 2011 Dihentikan sejak Mei 2011 0 Protes
 Syria 15 Mac 2011 Bantahan dan penekanan sedang berlangsung  • Pembebasan beberapa tahanan politik;[129][130]
 • Hukum Darurat diakhiri;

 • Pembubaran Gubernur Provinsi;[131][132]
 • Aksi tentera di Hama, Daraa dan daerah lain;[133]
 • Pengunduran diri Parlemen;[134]
 • Pengunduran diri Kerajaan;[135]
 • Terjadi pembelotan dalam angkatan bersenjata Syria;[136]
 • Pembentukan Pasukan Bebas;
 • Keangotaan Syria di Liga Arab dihentikan sementara.

3,045–4,300[137] Mengalami kerusuhan sipil dan perubahan pemerintah
Israel Perbatasan Israel 15 Mei 2011 Berakhir 5 Jun 2011 30-40[138][139] Bantahan besar
Total korban tewas: 30,634–37,228+ (Perkiraan internasional, terus naik)

Lihat pula